Langsung ke konten utama

Postingan

Disinfection Chamber, Efektifkah?

DISCLAIMER : BACA SAMPE SELESAI, JANGAN BACA HEADERNYA AJA Beberapa waktu lalu, saya yang kurang kerjaan ini kebetulan lihat Feeds instragam milik seseorang yang sangat viral berpengaruh di kampus. Kalian tahu sendiri ini siapa. Hat off to u! saya juga salut dengan orang yang mau meluangkan waktunya untuk membantu warga terdampak COVID-19 daripada rebahan di rumah sambil nonton yutub. Seminggu sebelum post ini ditulis, ada update status salah satu teman saya yang kalau kalian tidak tahu dasarnya, dan apa yang terjadi, kalian mengira dia hanya nyiyir. Nyinyir yang berdasar? masih oke kok setelah itu, muncul klarifikasi tentang apa isi disinfection chamber yang didonasikan. Disini, dia klarifikasi kalau isi disinfection chamber itu adalah Chloroxylenol. dan menurut saya, klarifikasi ini masih kurang sumber. Dia berargumen ini aman karena disarankan LIPI untuk antiseptik dan banyak dipakai di tempat-tempat penting. tanpa sumber dari artikel atau publikasi ilmiah yang bisa dipertangg
Postingan terbaru

COVID-19 : Ga Ada Gunanya Jadi Ilmuwan di Negeri +62

Setelah sekian lama tidak menulis blog, hari ini saya menulis lagi ditengah Ujian Tengah Semester, laporan praktikum yang masih menumpuk. Tapi, tidak apa-apa juga. Toh, apa salahnya seorang Mahasiswa Biologi Semester empat belajar hal lainnya. Apa salahnya seorang Mahasiswi Biologi baca berita dan mengikuti perkembangan berita terkini. Kalau yang kita tahu cuma ilmu biologi, ilmuwan-ilmuwan seperti kita-kita ini gampang sekali lah ditipu. Kalau kita tidak belajar yang lainnya, pemerintah berbuat seenak sendiri sama ilmuwan juga kita tidak ada dasar buat mengkritik dan mengajukan pendpat. bagaimana tanggapan kalian setelah melihat gambar headline diatas? tentu bikin emosi. Saya memang bukan mahasiswa ilmu sosial apalagi ilmu politik. Tapi, saya ingin berbagi keresahan saya tentang bagaimana cueknya pemerintah terhadap ilmuwan. Sikap acuh tak acuh pemerintah ini juga sangat kelihatan terutama saat pandemi COVID-19 ini. Lihat saja, saat masih ada satu kasus COVID-19 di Indonesia

Biology UGM at a Glance (Part 2)

Postingan ini lanjutan dari postingan sebelumnya, jadi baca dulu yang ini biar nyambung Biology UGM at a Glance Suka duka kuliah biologi? Sukanya, banyak. Kuliahnya ga cuma di dalam ruang/lab tapi juga ada kuliah lapangan jadi bisa nambah jatah main-main ke alam bebas. Gara-gara kuliah lapangan jadi bisa main ke gumuk pasir Selain itu, kuliah biologi enak buat kalian yang punya hobi lain. Contohnya, fotografi. Bisa banget hunting foto sekalian eksplorasi atau kuliah lapangan. Kuliah biologi juga bisa bikin kagum dengan praktikum-praktikumnya. Kalian bakal lihat spesimen yang sama sekali belum pernah kalian lihat. Dukanya? Ada juga. Laporan Praktikum bejibun. Aku pernah seminggu dapat 4 laporan biologi umum, 3 proposal biologi umum, 1 laporan fisika, dan 1 laporan kimia. Berarti seminggu dapat 9 laporan belum tugas lain. Tapi, biasanya rata-rata seminggu 4-5 laporan. Dengan laprak sebanyak ini, kalau ga pinter bagi-bagi waktu dan ga berkomitmen ya bye. Oh iya, belum la

Fakultas Biologi UGM at a Glance

Selamat datang di Biologi UGM :) Nggak terasa udah satu semester terlewati, padahal baru kemarin rasanya dibukain pengumuman SBMPTN dan jadi maba unyu dengan segudang ekspektasi di UGM. Tiba-tiba kepikiran pengen cerita sekilas biologi, biar pada ga suren amat tentang biologi, terutama Bio UGM. Semoga bermanfaat buat kalian yang mau jadiin biologi pilihan pertama atau cadangan. Biologi ngapain aja sih? belajar apa? materinya sama kayak SMA ga? Jangan dikira belajar di fakultas biologi kaya belajar biologi SMA. Beda jauh, kalau di biologi SMA, modal buku saku atau catatan bimbel dan hafal niscaya nilai ujian akan bagus, tapi di Fakultas Biologi jangan harap bisa gitu. Di bangku perkuliahan, kamu akan belajar lebih banyak analisis yang melibatkan biologi untuk menyelesaikan berbagai masalah. Jadi, jangan harap nilai bisa bagus dengan modal catetan les :P Mata kuliah Fakultas Biologi UGM apa aja? Bisa diliat di gambar ini Ga tau artinya itu matkul? Bisa di Googling a

Apapun Kuliahnya, Give It a Shot!

"Biologi murni? Mau kerja apa? Paling ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga" (ini yang pertama aku denger) "Kok biologi murni? Gak keterima kedokteran ya?" "Dasar buangan kedokteran!" "Nanti Capung-capung yang di depan rumah diteliti ya" "Di Indonesia kok ambil ilmu murni, riset sini kan masih jelek!" (Aku akui ini bener) "Kok kamu di swasta gak di negeri? Pasti buangan!" "Modal duit aja!" Dan lain-lain .................. Sering dengar omongan seperti itu? Aku percaya kalian yang kuliahnya ambil jurusan kurang bonafit pasti sering. Dan yang sering bilang gitu biasanya tetangga, teman bapak ibu, saudara, bibi, paman , kakek nenek, bahkan orang tua. Dan kebanyakan dari mereka sudah beda generasi dengan kita, generasi Z yang katanya open-minded, bisa melihat dari sisi lain. Kalau orang-orang generasi X atau Y mungkin kalian bisa memaklumi mereka, maklum di zaman mereka ga ada yang namanya internet, line, ig,

Untukmu, Kelas 12 yang Sedang deg-degan

Buat yang udah keterima SNMPTN, selamat, bersyukurlah dan bertanggungjawab lah terhadap pilihan kalian, karena banyak teman-teman kalian yang ingin menempati posisi kalian dan Tuhan belum mengijinkan. Selain itu, kalian tidak perlu belajar ekstra untuk sekedar masuk PTN saja dan kalian tidak perlu mendengar cemoohan orang-orang di hari lebaran. Buat yang nanti mau dapat kotak ijo (Aamiin), tetap semangat dan jalani aktivitas kalian seperti biasa. lumayan bisa buat mengalihkan perhatian. Dan yang nanti lolos, selamat, pelajaran tambahan setelah UN gak sia-sia. Dan buat yang nanti dapat kotak merah, jangan putus asa, masih ada serangkaian tes mandiri, persembahkan usaha terbaik kalian untuk itu. Dan jika lagi-lagi belum beruntung, don't f up your life, percayalah, masih ada Tuhan yang mahabaik yang sudah membuat skenario terindah untuk kita, karena kita gak tau masa depan kita seperti apa. Bisa aja yang dulunya super cerdas sekarang jadi biasa, dan sebaliknya Yang penting, jala

OSN SMP 2014- Life Is Not only Medal

Long time not posting, lanjut aja mengkopas cerita lama yang bikin gagal move on Selasa, 20 Mei 2014. ya, hari ini penganugerahan medali, sebelumnya, aku ga terlalu banyak berharap sih. Maklum, aku berlomba tanpa target yang jelas. jadi belajar semaunya, yang penting bisa buktiin sama orang-orang yang nyepelein aku bahwa aku bisa. Aku harus bangun pagi sekali *iyalah, disuruh bangunin yang bakal dandan lama karena pake baju adat. pagi ini, kami berangkat ke Kantor Gubernur Sumbar untuk mengikuti upacara harkitnas. suasana disana ramai sekali, ga cuma anak OSN yang upacara, ada anak SMA, SMP, dan pegawai yang ikut upacara. eits...tunggu dulu, upacara ini dikhususkan untuk merekayang pake baju biru putih, selain itu ga ikut. jadilah aku, Dhea Atika, dan dua orang berbaju adat (Valent dan Noura) duduk di tenda yang ga panas dan ga pegel. Serasa jadi tamu kehormatan. Haha... Hari ini acara bebas, tiba-tiba terbesit ide brilian yang agak membuat krismon untuk meredakan rasa deg-degan